Jokowi ingin mengganti Eselon III dan Eselon IV dengan AI

Posted on

Hari ini kita tidak bisa mengabaikan hal-hal di sekitar kita. Dunia terus berubah dan orang-orang diharapkan untuk mengikuti perubahan ini. Salah satunya menyangkut pekerjaan.

Di masa depan, dengan semakin canggihnya teknologi, pekerjaan lama yang tidak relevan lagi akan digantikan oleh mesin yang lebih pintar, lebih murah, lebih kuat, lebih tahan lama, dan bebas kesalahan.

Sungguh miris dan miris melihat kenyataan ini. Pencatatan dan pengelolaan tugas yang dulunya

dilakukan oleh manusia kini dapat dilakukan oleh komputer. Jadi orang tidak lagi dibutuhkan untuk bekerja.

Kita tidak bisa mengabaikan perubahan ini. Apalagi di dunia digital yang saat ini semakin maju dan berkembang. Transformasi digital terus terjadi di berbagai bidang kehidupan kita. Tanpa ragu, kitalah yang mau tidak mau harus berubah.

Juga tidak pantas meminta pemerintah untuk menyediakan pekerjaan sementara keterampilan

dan kemampuan tidak lagi relevan dengan dunia saat ini. Maka yang harus dilakukan agar bisa move on adalah mengikuti arus perubahan tersebut.

Contoh perubahan akibat transformasi digital yang sedang didorong ke depan di Indonesia, misalnya rencana Jokowi mengganti Eselon III dan Eselon IV dengan AI atau kecerdasan buatan.

Seperti kita ketahui, Aparatur Sipil Negara atau ASN terbagi menjadi beberapa jenis PNS, yaitu PNS Tingkat I, II, III hingga IV. ASN yang sudah ada puluhan tahun ini harus dimutakhirkan sesuai dengan perkembangan zaman. Salah satunya, menurut Jokowi, adalah tugas level III dan IV yang bisa digantikan oleh AI (kecerdasan buatan).
Mengapa Season III dan IV layak digantikan oleh AI?

Pertama-tama, kita perlu tahu apa tugas perwira Tingkat III dan IV itu. Di tingkat pusat atau di kementerian, pejabat tingkat III biasanya adalah kepala bagian, kepala departemen atau pejabat lain yang setingkat. Di tingkat daerah, mereka biasanya menjabat sebagai sekretaris instansi, sekretaris dinas, kepala departemen, kepala departemen, dan lain-lain.

Selanjutnya, pejabat Tingkat IV biasanya menduduki jabatan sebagai kepala sub

bagian dan kepala departemen, baik di tingkat pusat maupun daerah. Presiden Jokowi ingin merampingkan birokrasi dengan meniadakan Level III dan IV.

Tugas administratif yang biasanya dilakukan oleh Eselon III dan Eselon IV digantikan oleh kecerdasan buatan. Selain itu, pejabat Tingkat III dan IV akan dipromosikan ke jabatan fungsional.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, Presiden Jokowi telah menugaskan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB) Tjahjo Kumolo untuk menindaklanjuti rencana tersebut.

Menurut Jokowi, jika Musim III dan Musim IV diganti dengan AI, birokrasi akan lebih cepat. Kemudian rencana revisi sistem Eselon di ASN akan diatur dalam Omnibus Act yang saat ini masih menjadi perbincangan publik karena beberapa pasal yang kontroversial.
Teknologi AI untuk pekerjaan yang lebih mudah dan lebih cepat

Menurut hemat kami, wajar jika pemerintah ingin mengatur ulang undang-undang yang sudah puluhan tahun tidak direformasi. Hukum harus bergerak mengikuti perkembangan zaman, tetapi tidak boleh mengabaikan hak-hak rakyat demi kebaikan mereka sendiri.

Khusus untuk rencana Jokowi merevisi sistem musim di ASN, di mana musim III dan IV akan dihilangkan dan diganti dengan AI, tampaknya biasa saja. Saat ini teknologi sudah semakin maju, tugas pencatatan sudah lama terbantu dengan adanya komputer. Pengambilan keputusan sudah bisa didukung dengan AI sehingga peran manusia bisa dikurangi.

Orang dapat fokus pada tugas lain yang lebih manusiawi di mana komputer dan teknologi tidak dapat menggantikannya. Jadi, apakah Anda setuju dengan rencana Jokowi di atas?

Lihat Juga :

https://ruaitv.co.id/
https://cmaindonesia.id/
https://rakyatjakarta.id/
https://gramatic.id/
https://tementravel.id/
https://psyline.id/
https://cinemags.id/
https://imn.co.id/
https://bernas.co.id/
https://mt27.co.id/